Dakgalbi: Kuliner Korea yang Populer Pasca Peperangan

Dakgalbi: Kuliner Korea yang Populer Pasca Peperangan

Apakah kamu salah satu penggemar kuliner Korea? Jika iya, pasti sudah tidak asing lagi dengan dakgalbi. Hidangan berbahan dasar ayam yang dimasak dengan saus pedas ini telah menjadi salah satu favorit pecinta makanan Korea. Popularitasnya semakin meningkat berkat sering muncul dalam berbagai adegan drama Korea. Namun, tahukah kamu bahwa dakgalbi memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan masa peperangan di Korea? Yuk, kita bahas lebih dalam tentang asal-usul dan kelezatan hidangan ini!

Dakgalbi: Kuliner Korea yang Populer Pasca Peperangan

Dakgalbi pertama kali dikenal pada tahun 1960-an di kawasan Chuncheon, Korea Selatan. Pada masa itu, kondisi ekonomi masih sulit akibat dampak Perang Korea (1950–1953). Masyarakat harus mencari alternatif makanan yang terjangkau, mengenyangkan, dan tetap lezat. Dari situlah dakgalbi lahir sebagai makanan sederhana dengan bahan utama daging ayam, yang saat itu lebih murah dibandingkan daging sapi atau babi.

Awalnya, hidangan ini hanya dijual di warung kecil sebagai makanan rakyat. Namun, seiring waktu, dakgalbi mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat karena rasanya yang lezat dan cara penyajiannya yang unik. Kini, Chuncheon bahkan dikenal sebagai “Kota Dakgalbi” karena begitu banyak restoran yang menyajikan hidangan khas ini.

Ciri Khas dan Cara Penyajian Dakgalbi

Dakgalbi memiliki ciri khas berupa potongan daging ayam tanpa tulang yang dimasak dengan saus khas berbahan dasar gochujang (pasta cabai Korea). Selain itu, hidangan ini biasanya disajikan bersama aneka sayuran seperti kol, daun bawang, ubi jalar, dan tteok (kue beras Korea). Semua bahan tersebut dimasak langsung di atas wajan besi besar di tengah meja makan, menciptakan pengalaman bersantap yang interaktif dan menyenangkan.

Biasanya, dakgalbi dinikmati bersama nasi putih atau mi, yang dicampurkan langsung ke dalam wajan setelah ayam dan sayuran matang. Cara ini membuat cita rasa dakgalbi semakin kaya dan menggugah selera.

Popularitas di Kalangan Pecinta Drakor

Berkat pengaruh budaya populer Korea, terutama drama Korea, dakgalbi semakin dikenal oleh masyarakat internasional. Banyak adegan dalam drama Korea yang menampilkan momen para karakter menikmati dakgalbi di restoran khas Korea, lengkap dengan suasana hangat dan kebersamaan. Hal ini membuat banyak penonton penasaran dan ingin mencoba langsung kelezatan makanan ini.

Tak heran jika kini banyak restoran Korea di berbagai negara yang menawarkan menu dakgalbi sebagai salah satu hidangan andalan mereka. Bahkan, ada yang menghadirkan konsep restoran ala Korea dengan wajan besar di meja makan, sehingga pelanggan dapat merasakan pengalaman memasak dan menyantap dakgalbi seperti di Korea.

Cara Membuat Dakgalbi di Rumah

Jika kamu ingin mencoba membuat dakgalbi sendiri di rumah, berikut adalah resep sederhana yang bisa dicoba:

Bahan-bahan:

500 gram daging ayam tanpa tulang, potong kecil

3 sendok makan gochujang (pasta cabai Korea)

2 sendok makan kecap asin

1 sendok makan minyak wijen

1 sendok makan gula pasir

2 siung bawang putih, cincang halus

1/2 sendok teh lada hitam

1 buah bawang bombai, iris tipis

1/2 bagian kol, potong kasar

1 buah ubi jalar, iris tipis

100 gram tteok (kue beras Korea), rendam dalam air hangat

1 batang daun bawang, iris serong

Minyak untuk menumis

Cara membuat:

Campurkan gochujang, kecap asin, minyak wijen, gula, bawang putih, dan lada hitam dalam satu wadah. Aduk rata hingga menjadi saus marinasi.

Masukkan potongan ayam ke dalam saus marinasi, aduk hingga merata, lalu diamkan selama 30 menit agar bumbu meresap.

Panaskan wajan besar atau teflon dengan sedikit minyak.

Tumis bawang bombai hingga harum, lalu masukkan ayam yang sudah dimarinasi. Aduk hingga ayam setengah matang.

Tambahkan kol, ubi jalar, dan tteok. Aduk kembali dan masak hingga semua bahan matang.

Terakhir, tambahkan daun bawang dan aduk sebentar sebelum disajikan.

Dakgalbi siap disantap bersama nasi putih hangat atau mi! Untuk pengalaman yang lebih autentik, kamu bisa menikmatinya langsung di atas wajan bersama teman atau keluarga.

Kesimpulan

Dakgalbi bukan sekadar hidangan khas Korea yang lezat, tetapi juga memiliki sejarah menarik yang berakar dari masa sulit pasca peperangan. Dari makanan sederhana di Chuncheon, kini dakgalbi telah mendunia berkat cita rasanya yang menggugah selera serta pengaruh budaya Korea yang semakin populer. Bagi pecinta kuliner dan drama Korea, mencicipi dakgalbi adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan!

Jadi, kapan kamu akan mencoba dakgalbi? Apakah lebih suka mencicipinya di restoran atau mencoba memasaknya sendiri di rumah?

By admin